DEPOK 17 Maret 20206– Di tengah semangat berbagi pada bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, lembaga filantropi Nahdlatul Ulama, NU Care-LAZISNU Kota Depok, mulai memberikan perhatian khusus kepada para amil pemulasaraan jenazah di tingkat akar rumput, yakni para relawan yang selama ini melayani masyarakat di lingkungan RT dan RW.
Melalui program apresiasi Ramadhan, NU Care-LAZISNU Kota Depok menyalurkan bingkisan sebagai bentuk Tunjangan Hari Raya (THR) sekaligus penghargaan kepada para amil yang selama ini mengabdikan diri dalam proses pemulasaraan jenazah kaum muslimin dan muslimat.
Para amil tersebut selama ini menjadi garda terdepan dalam menjalankan kewajiban sosial-keagamaan yang sangat penting, yakni membantu masyarakat dalam proses memandikan, mengkafani, menshalatkan hingga mengantarkan jenazah ke pemakaman.
Tugas ini dalam syariat Islam termasuk dalam kategori fardhu kifayah, yaitu kewajiban kolektif umat Islam yang apabila telah dilaksanakan oleh sebagian orang maka gugurlah kewajiban dari yang lainnya.
Program ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap para pejuang sunyi yang sering kali bekerja tanpa pamrih dan jauh dari sorotan. Di banyak lingkungan masyarakat, para amil pemulasaraan jenazah bahkan siap dipanggil kapan saja, baik siang maupun malam, demi memastikan proses pemakaman berjalan sesuai syariat.
“Para amil pemulasaraan jenazah ini adalah pahlawan kemanusiaan di lingkungan masyarakat. Mereka hadir saat keluarga sedang dalam duka, membantu dengan ikhlas agar kewajiban syariat terhadap jenazah dapat ditunaikan dengan baik,” ujar Ustadz Charil salah satu pengurus NU Care-LAZISNU Kota Depok. (Dalam hal ini beliau adalah ketua JPZIS NURUL IMAN)
Melalui bingkisan Ramadhan tersebut, pihak lembaga berharap para amil di tingkat RT/RW dapat merasakan bahwa kontribusi mereka dihargai dan diperhatikan oleh umat.
Meski nilai bantuan tidak besar, namun makna simbolisnya diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus mengabdikan diri kepada masyarakat.
Selain sebagai bentuk apresiasi, program ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa keberadaan amil pemulasaraan jenazah merupakan bagian penting dari kehidupan sosial umat Islam. Tanpa mereka, pelaksanaan kewajiban fardhu kifayah dalam pemulasaraan jenazah akan sulit terlaksana dengan baik.
Momentum Ramadhan pun dipilih karena bulan suci ini dikenal sebagai bulan kepedulian dan solidaritas sosial. Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak pihak yang turut mendukung dan memperhatikan para relawan pelayanan umat di tingkat akar rumput.
“Semoga para amil pemulasaraan jenazah ini semakin merasa dihargai dan dimuliakan oleh masyarakat. Mereka telah membantu menggugurkan kewajiban umat, sebuah amal yang sangat besar nilainya di sisi Allah,” tambahnya.
Program apresiasi ini juga menjadi bagian dari upaya NU Care-LAZISNU Kota Depok untuk terus memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah agar menyentuh berbagai lapisan masyarakat, terutama mereka yang selama ini berkhidmat langsung dalam pelayanan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Dengan langkah tersebut, diharapkan budaya saling menghargai pengabdian dan pelayanan umat dapat terus tumbuh, sekaligus menguatkan solidaritas sosial di tengah masyarakat Kota Depok.