DEPOK – NU CARE LAZISNU-UPZIS MWCNU Cilodong tengah berupaya mencari skema solusi untuk membantu calon penerima manfaat (PM) yang mengalami kesulitan membayar tunggakan BPJS Kesehatan. Hal tersebut disampaikan Ketua UPZIS MWCNU Cilodong, Ustadz Hendra.
“Menginfokan ada warga Kelapa Dua keluarga laki-laki yang lagi butuh uluran tangan. Ia mempunyai hutang BPJS Kesehatan. Di sisi lain, sebentar lagi istrinya mau melahirkan anak kedua. Setelah dicek, ada tagihan 15 bulan belum terbayar untuk 3 jiwa dengan total sekitar Rp1,6 juta,” ujar Ustadz Hendra melalui pesan singkat kepada Direksi NU CARE LAZISNU Kota Depok, di Cildong, Selasa (19/5/2026).
Tidak hanya itu, Ustadz Hendra juga menyampaikan bahwa kondisi kesehatan kepala keluarga tersebut cukup memprihatinkan. Ia diketahui mengalami sakit paru-paru sehingga kemampuan fisiknya terbatas untuk bekerja berat. Saat ini dirinya bekerja serabutan dan lebih banyak membantu di bengkel motor apabila ada pekerjaan.
“Atas dasar itu, pihak UPZIS MWCNU Cilodong memfasilitasi pertemuan pada 19 Mei 2026 pukul 20.00 WIB guna mencari solusi terbaik,” tambahnya.
Sekretaris LAZISNU Kota Depok, Muh Sodiqul Anwar, turut menghadiri pertemuan tersebut dan melakukan diskusi langsung dengan calon penerima manfaat terkait kondisi ekonomi dan pekerjaannya.
“Lebih dominan ia kerja di bengkel motor. Itupun kerjanya berdasarkan kalau ada garapan. Kalau tidak ada, menganggur dan mencari pekerjaan lain,” terang Sodiq.
Dari hasil pertemuan dan analisa sederhana melalui wawancara lisan serta pengisian formulir survei oleh calon penerima manfaat, disepakati beberapa langkah tindak lanjut bersama UPZIS MWCNU Cilodong, di antaranya:
1. Pihak calon penerima manfaat diarahkan mengecek langsung ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan Kota Depok guna mengajukan skema rehabilitasi pembayaran atau pembayaran secara mencicil.
2. Calon penerima manfaat akan didampingi pengurus UPZIS MWCNU Cilodong saat berkunjung ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan.
3. Calon penerima manfaat juga diarahkan mengajukan skema pembayaran “N+1” agar kepesertaan BPJS dapat segera aktif kembali.
4. Seluruh beban tunggakan akan diupayakan dicarikan solusi secara serius melalui kolaborasi dan kepedulian bersama.
UPZIS MWCNU Cilodong berharap langkah pendampingan ini dapat membantu keluarga tersebut memperoleh akses layanan kesehatan yang layak, khususnya menjelang proses persalinan sang istri.