DEPOK – Petugas lapangan LAZISNU melakukan survei terhadap calon penerima manfaat, Bapak Asnawi, 64 tahun, warga Bedahan, RW 06, pada 7 Oktober 2026. Hasil survei menunjukkan bahwa Bapak Asnawi menghadapi sejumlah persoalan sosial, kesehatan, dan ekonomi yang membutuhkan perhatian.
Survei yang dilakukan oleh petugas lapangan, Bapak Rojak, bertujuan untuk mengetahui kondisi nyata calon mustahik sekaligus mengidentifikasi bentuk bantuan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Berdasarkan hasil kunjungan, Bapak Asnawi diketahui merupakan seorang duda dengan tiga orang anak. Kondisi kesehatan mentalnya kurang baik sehingga membutuhkan perhatian dan pendampingan. Saat ini, ia tinggal bersama salah seorang anak perempuannya yang juga berstatus janda dan tidak memiliki penghasilan.
“Iya, kondisi Pak Asnawi seorang duda, anak tiga. Kondisi kesehatan mentalnya kurang baik. Beliau tinggal ditemani anaknya yang juga menjanda dan tidak berpenghasilan,” kata Bapak Rojak saat menjelaskan hasil survei lapangan.
Selain menghadapi keterbatasan ekonomi, Bapak Asnawi juga harus menjalani pengobatan dan bergantung pada obat-obatan untuk menangani penyakit yang dideritanya. Kondisi tersebut semakin menambah beban pengeluaran keluarga, terutama ketika obat yang dibutuhkan tidak sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Sudah memiliki BPJS Kesehatan, tetapi terkadang ada sebagian obat yang tidak ter-cover. Akibatnya, keluarga tetap harus mengeluarkan biaya untuk membeli obat,” jelas Rojak.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan yang dihadapi Bapak Asnawi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pokok, tetapi juga mencakup kebutuhan kesehatan dan dukungan sosial bagi keluarga yang tidak memiliki penghasilan tetap.
Layak Dibantu, Bentuk Bantuan Akan Dibahas Tim Manajerial
Berdasarkan hasil pengamatan dan asesmen awal, Bapak Rojak menilai Bapak Asnawi layak mendapatkan bantuan. Namun, penentuan jenis dan bentuk bantuan akan dibahas lebih lanjut bersama tim manajerial LAZISNU di kantor cabang.
Langkah ini dilakukan agar bantuan yang diberikan nantinya sesuai dengan kebutuhan prioritas, kondisi keluarga, serta ketentuan program yang berlaku.
Melalui proses survei lapangan, LAZISNU berupaya memastikan bahwa penyaluran bantuan tidak hanya berdasarkan pengajuan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi nyata calon penerima manfaat. Dengan demikian, bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan pokok sekaligus membantu menjawab persoalan sosial yang dihadapi keluarga mustahik.
Bagi LAZISNU, survei merupakan bagian penting dari ikhtiar menjaga amanah dana umat agar disalurkan secara tepat sasaran, berdasarkan hasil asesmen, dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.