Depok 07, februari 2026— Manajer Strategi Fundraising NU Care–LAZISNU Kota Depok, Aris Maulana, menegaskan pentingnya peran strategis seorang amil dalam menjaga dan menguatkan kemandirian penghimpunan dana umat. Hal tersebut disampaikan saat menjadi pemateri dalam kegiatan Madrasah Amil yang diselenggarakan di lingkungan MWCNU Sawangan.
Dalam paparannya, Aris menekankan bahwa fundraising merupakan kewajiban bagi setiap amil di lingkungan LAZISNU.
“Di Lazisnu, amil wajib melakukan fundraising. Jangan sampai warga NU menyalurkan zakat, infaq, dan sedekahnya ke lembaga lain,” tegas Aris.
Menurutnya, kunci utama keberhasilan fundraising adalah pemahaman amil terhadap program utama lembaga serta alat-alat yang digunakan dalam penghimpunan dana. Ia menjelaskan bahwa NU Care–LAZISNU Kota Depok telah menyiapkan berbagai instrumen yang dapat dimanfaatkan oleh para amil.
Beberapa strategi yang disampaikan antara lain penggunaan aplikasi NU Online, optimalisasi website resmi Lazisnu Kota Depok, pemanfaatan kotak amal, serta promosi program melalui berbagai kegiatan sosial.
Namun demikian, Aris menyoroti bahwa Gerakan Jumat Berkah merupakan metode yang paling mudah, sederhana, dan efektif untuk dilakukan oleh para amil.
“Di sini, gerakan Jumat Berkah paling mudah dan simpel. Kita cukup mengirimkan pesan kepada para munfiq dan muzaki kita. Ini gerakan nyata dan harus dilakukan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa konsistensi dalam komunikasi dan ajakan menjadi kunci agar warga NU terus mengingat LAZISNU sebagai tempat utama menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah.
“Gerakan ini harus dilakukan secara berkelanjutan agar warga NU selalu ingat: kalau mau zakat, ke Lazisnu; kalau infaq, ke Lazisnu,” pungkasnya.
Melalui pembekalan Madrasah Amil ini, NU Care–LAZISNU Kota Depok berharap para amil memiliki kesadaran, keterampilan, dan semangat yang sama dalam menggerakkan fundraising yang terarah, terukur, dan berkelanjutan demi kemaslahatan umat.