Kemiri Muka, Beji — Rintisan Unit Pengelola Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Kemiri Muka, Kecamatan Beji, terus menguatkan langkah konsolidasi dengan menjaring pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) musala dan masjid di wilayahnya untuk bergabung dalam jaringan pengelolaan ZIS di bawah NU Care–LAZISNU,
Hal tersebut disampaikan Ketua Tanfidziyah PRNU Kemiri Muka, Ustadz Suherman, dalam kegiatan konsolidasi bersama para pengurus DKM setempat, 22 Januari 2026 di Kemiri Muka.
Ia juga menegaskan komitmen PRNU Kemiri Muka dalam mengawal masjid dan musala agar terhubung secara resmi dengan LAZISNU.
“Bismillah, kita lakukan pengawalan kepada para pengurus DKM di sekitar Kemiri Muka untuk bergabung dalam jaringan LAZISNU,” ujar Ustadz Suherman.
Lebih lanjut ia menjelaskan, langkah konsolidasi ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Madrasah Amil yang telah dilaksanakan hingga dua angkatan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dakwah keilmuan, khususnya dalam pemahaman fikih zakat dan praktik keamilan yang sesuai dengan ketentuan negara serta hukum fikih.
Menurutnya, penguatan peran amil zakat di lingkungan masjid dan musala merupakan bagian dari dakwah strategis Nahdlatul Ulama.
“Mungkin banyak lembaga amil zakat lain, tetapi kita berdakwah melalui LAZISNU. Kalau bukan kita, siapa lagi,” tegasnya.
Terkait perkembangan jaringan, saat ini tercatat enam DKM masjid dan musala di wilayah Kemiri Muka telah mulai mengurus Izin Operasional (IJOP) dan masuk dalam proses pendampingan UPZISNU. Diharapkan ke depan akan menyusul DKM lainnya yang saat ini masih dalam tahap pengawalan dan konsolidasi.
Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung oleh sejumlah tokoh NU dan ulama setempat, di antaranya:
• KH. Amir Mahmud, Rois Syuriah PRNU Kemiri Muka,
• KH. Humaidi Imran, Katib Syuriah PRNU Kemiri Muka
• KH. Silahuddin Nur, Ketua Tanfidziyah MWCNU Beji.
Melalui konsolidasi ini, Rintisan UPZISNU Kemiri Muka menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola ZIS yang amanah, profesional, dan sesuai regulasi, sekaligus memperluas dakwah sosial NU di tingkat akar rumput.